Aug 27

Cita – Cita yang terhambat

Arfian Septiansyah

Ole…ole..ole…., suara weker bertemakan sepakbola pun bergema, yang menandakan sudah pukul tiga pagi, dan membangunkan Azzam untuk melaksanaknakan puasa Sunnah senin-kamis. Azzam merupakan siswa kelas delapan di sebuah sekolah swasta di daerah pedesaan SMP Ahmad Dahlan.

Azzam cepat bangun, panggil Bu Jamila, atau yang biasa dipanggil Bu Mila yang merupakan ibu  rumamah tangga, yang memiliki tiga anak yang salah satunya adalah Azzam, anak bungsu dari ibu Mila/ iya ibu, ini Azzam sudah bangun, Azzam pun terduduk di tipat tidurnya sambil bersiap melangkah keluar dari kamarnya, tak lama berselang Azzam keluar dari kamarnya, Azzam ini ibu siapkan ayam goreng dan telur dadar di di meja makan, kata Bu Mila, minumnya mana bu kata Azzam, itu di meja makan, sekalian sama kak Aisyah ya. Kak Aisyah kan masih tidur bu, jawab Azzam, kakakmu kemarin bilang ke ibu suruh bangunin kalau puasa senin-kamis, kata bu Mila, ya sudah bu, biar Azzam aja yang bangunin, jawab Azzam. Azzam pun berjalan menuju kamar Aisyah, tok..tok..tok…Azzam mengetuk pintu kamar Aisyah, kak Aisyah bangun, ini hari Senin katanya mau puasa Sunnah senin-kamis, sambil berteriak Azzam memanggil Aisyah,iya dik, ini kakak sudah bangun, jawab Aisyah sambil berteriak. Aisyah adalah anak kedua dari Ibu Jamila, kini dia bersekolah di sekolah Negeri di desanya, Aisyah termasuk anak yang cerdas dia selalu masuk sekolah negeri favorit di desanya. Aisyah pun keluar dari kamarnya, kamu sudah sahur, Tanya aiyah kepada Azzam yang masih berada didepan kamar Aisyah, belum, ini makan bareng sama kakak, jawab Azzam, kamu itu selalu aja nungguin kakak,jawab Aisyah, hehehe, gak apa-apa kan kak, kata Azzam, ya udah, sekarang kita makan yuk nanti keburu adzan shubuh, kata Aisyah, ayo kak, jawab Azzam. Aisyah dan Azzam pun menuju meja makan, dan melaksanakan sahur. Azzam, kalau sudah makan sahur jangan lupa minum air putih bir gak haus waktu puasa, kata Ibu Jamilah, iya bu, jangan kuatir, jawab Azzam. Tak lama berselang setelah Azzam selesai makan sahur, ia pun mengambil segelas air putih kemudian meneguknya sesuai dengan anjuran ibunya. Dik sebentar lagikan sholat shubuh, kamu gk bangunin kak Ammar kata Aisyah, ya kak, jawab Azzam. Kemudian azzamberjalan menuju ke kamar Ammar, kak Ammar bangun, sebentar lagi shubuh ke masjid yuk, teriak Azzam sambil mengetuk pintu kamar Ammar agar ia cepat bangun, iya ini kakak sudah bangun, jawab Ammar. Sudah tahu kalau Ammar sudah bangun tidur Azzam pun beranjak dari depan kamar Ammar. Ammar adalah anak sulung bu Jamilah ia sekarang duduk di bangku kuliah naik ke semester tiga, dia kuliah di salah satu universitas swasta di Surabaya, selama Ammar kuliah di Surabaya dia ngekos di dekat kampusnya. Kamu sudah wudhu dik, kata Ammar sambil berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, belum kak, kata Azzam yang duduk di sebelah meja makan sambil menunggu Ammar yang sedang berwudhu, ayo lekas wudhu kakak sudah selesai, kata Ammar sambil membasuh mukanya dengan handuk. Kemudian Azzam pun beranjak dari tmpat duduknya unntuk berwudhu, tak lama berselang mereka berdua pun bersiap berangkat menuju masjid untuk menunaikan ibadah sholat shubuh.

Mereka berdua berjalan menuju majid diiringi suara jangkrik yang tak henti-hentinya berderik, disepanjang jalan terpampang pemandangan sawah yang masih begitu gelap di kala mentari belum menunjukkan wujudnya/ Akhirnya mereka berdua pun sampai dimasjid dekat desanya, setiba di masjid Azzam disapa oleh Pak Adi yang merupakan takmir masjid desa Sukoharjo, Lamongan  dimana itu adalah tesa Azzam tinggal. Azzam, Panggil pak Adi, Bapak panggil saya, sahut Azzam, nanti kalau waktu shubuh datang, kamu yang adzan ya, kata pak Adi, siap pak, jawab Azzam kemudian Azzam melaksanakan sholat Sunnah sebelum melaksanakan sholat shubuh. Dan waktu shubuh pun tiba dan kemudian Azzam mengumandangkan Adzan shubuh,dan beberapa menit kemudian iqomah berkumandang yang artinya sholat shubuh berjamaah dilaksanakan.

Jam menunjukkan pukul enam pagi saatnya Azzam berangkat ke sekolah menggunakan sepeda yang selama ini dia gunakan untuk berangkat sekolah, Azzam di sekolah merupakan seorang atlit sepak bola dia bahkan menjadi bagian dari sebuah klub sepak bola di Lamongan, dia jugs berprestasi di tingkat provinsi bahkan sampai tingkat nasional dan selain itu Azzam juga tercatat sebagai anggota tim robotika di sekolahnya, prestasi roborika SMP Ahmad Dahlan tidaklah dapat pandang sebelah mata karena robot buatan mereka sudah terbang ke luar negeri dan mendapat predikat juara pertama dalam festival robot yang diadakan di negara Malaysia. Suatu ketika, tim robotika pun mengeluh terhadap Azzam yang jarang kumpul bareng membahas project robot, Azzam akhir-akhir ini kamu kok jarang ikut latihan robitika, kenapa? Tanya Pak Sultan merupakan pelatih robotika yang juga merangkap sebagai guru teknologi informasi dan komunikasi (TIK), mohon maaf pak, ini saya ada seleksi timnas U16, untuk diikutkan di piala AFF, jawab Azzam, baiklah saya selaku gurumu akan selalu mendukung setiap langkahmu. Pada akhirnya Azzam pun terpilih menjadi anggota Timnas U16 yang akan berlaga di piala AFF. Azzam yang sehabis pulang sekolah dan langsung menuju tempat latihan sepak bola kini pulang ke rumah untuk memberi tahu kabar gembira bahwa dirinya terpilih sebagai pemain timnas U16 yang mengikuti kejuaraan piala AFF, ibu, ibu, asyik aku diterima jadi pemain timnas ibu, teriak Azzam sambil kegirangan, kalau pulang ke rumah ucapkan salam dulu dong, kata bu Jamila, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Azzam mengucapkan salam, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ada apa tadi kamu teriak teriak tadi, tanya bu Jamila, ini bu, aku terpilih menjadi anggota timnas U16 yang dipersiapkan untuk mengikuti piala AFF, jawab Azzam, hebat kamu nak, ibu ikut bangga, semoga ayahmu yang kini berada di surge ikut merasakan kegembiraan yang kamu rasakan. Ayah Azzam meninggal ketika dia masih duduk bangku kelas tujuh SMP karena sakit liver yang diderita ayahnya. Kemudian Aisyah pun mendengar kabar tersebut dari kamarnya dan langsung keluar dan memberi ucapan selamat kepada adiknya, kamu lolos seleksi pemain timnas U16,? Tanya Aisyah, iya kak, jawab Azzam, hebat kamu, kata Aishyah.

Keesokan harinya, saat di sekolah kebetulan waktu itu lagi tidak ada pertandingan atau latihan sepak bola sehingga Azzam dapat mengikuti kegiatan robitika di sekolahnya, Jordan ngapain, kamu ada di laboratorium robotika, Tanya Azzam, Jordan adalah teman satu angkatan Azzam hanya berbeda kelas dia ahli mekanik sama seperti Azzam yang juga ahli mekanik, aku di tawarin Pak Sultan untuk mengikuti tim robitika sekolah, ya aku ambil aja, kata Jordan. Kemudian Azzam berpikir, selama dia mengikuti tim robotika tidak pernah ada anggota baru, baru kali ini ada perekrutan anggota baru, mungkinkah dia akan digantikan, Azzam pun mencoba berprasangka baik mungkin pak sultan merekrut Jordan untuk menjadikan dia sebagai partnernya. Ada kabar bahwa tim robotika SMP Ahmad Dahlan akan mengikuti olimpiade robot di Jepang, dan anggota yang terpilihlah yang dapat ajang tersebut.

Pada suatu ketika Azzam melihat di papan pengumuman sekolah di sana terpampang daftar nama siswa yang mengikuti ajang olimpiade robot di Jepang, semua siswa tim robot ikut dalam ajang olimpiade robot, namun di daftar tersebut tidak ada nama Azzam dan di digantikan dengan nama Jordan, yang merupakan anggota baru di tim robotika. Azzam pun kecewa dengan keputusan Pak Sultan pelatih robitika  SMP Ahmad Dahlan dan menghadap kepada Pak Sultan yang berada di ruang guru kemudian menanyakan keputusannya yang tidak mengikutsertakan dirinya dalam ajang olimpiade robot. Assalamu’alaikum, Pak Sultan, kata Azzam, Waalaikumsalam, oh Azzam ada apa ya, jawab Pak Sultan, gini pak saya mau tanya, kenapa saya kok tidak diikut sertakan dalam olimpiade robot ya, kata Azzam. Maaf ya Azzam, kami mengiginkan anggota yang bertanggung jawab penuh terhadap tim bukan yang setengah-setengah, kata Pak Sultan, jadi..lanjut Azzam, maaf kami mencoret kamu dari tim robotika dad menggatikan posisi kamu dengan Jordan, kata Pak Sultan, Azzam pun merasa terpukul mendengar keputusan dari Pak Sultan, Azzam kenapa kamu, kok diam, tanya Pak Sultan, tujuan saya mengikuti tim robotika ini, agar saya bisa menjadi ahli IT pak, tapi kini semua pupus, kata Azzam, kamu tidak perlu kecewa kalau ada waktu luang kamu bisa ngumpul bareng sama tim robotika kapan pun kamu mau, dan sekarang kamu juga bisa focus terhadap tim sepak bola kamu, kata Pak Sultan, iya pak lanjut Azzam, bapak dengar kamu lolos seleksi timnas U16 ya, benar pak, kemarin ada seleksi pemain timnas U16 untuk diikutkan dalam ajang piala AFF alhamdulillah saya lolos, bapak ikut bangga mendengarnya semoga kamu sukses, kata pak Sultan. Pada akhirnya dicoret dari tim robotika, Azzam pun berkonsentrasi terhadap karier sepakbolanya, yang kemudian timnas U16 berhasil menjuarai kejuaraan piala AFF dengan melibas Thailand lewat adu penalty. Kini Azzam walaupun bukan anggota tim robotika dia masih meluangkan waktunya untuk membantu project robotika, meskipun rasa sakit hati karena didepak dari anggota tim robotika masih tersisa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.