May 30

Sejarah SMP Muhammadiyah 2 Surabaya

Foto : SMP Muhammadiyah 2 Jaman Dulu

PERJALANAN SMP Muhammadyiah 2 Surabaya Penuh LikuBerawal dari gagasan dan cita-cita Kyai Haji Ahmad Dahlan dalam melahirkan Muhammadiyah dengan berbagai cara.

Salah satunya adalah melakukan pembaruan dan reformasi dalam dunia pendidikan.Tidak ingin gagasan serta cita-cita mulia tersebut bukan sekedar mimpi belaka dan tanpa adanya kemauan dan ghirah dari masyarakat Persyarikatan Muhammadiyah dalam memajukan dunia pendidikan yang telah digariskan dalam Anggaran Dasar.

Di Kota Surabaya,banyak berdiri Lembaga Pendidikan Muhammadiyah mulai Sekolah tingkat Dasar, Menengah,Atas  hingga Perguruan Tinggi. Dengan perkembangan jaman, sebanyak puluhan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah berdiri. Salah satunya adalah SMP Muhammadiyah 2 yang lokasinya terletak di Jalan Genteng Muhammadiyah No. 28 Surabaya.

Cita-cita KH Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah yang ingin mengangkat kehidupan masyarakat dari ketertinggalan, dihidupkanlah Sekolah Muhammadiyah di Surabaya menjadi motivasi awalnya didirikan SD Muhammadiyah 1 Surabaya di kawasan Gentengkali. Dan pada perkembangan selanjutnya tahun 1958 para pengurus Muhammadiyah Surabaya mendirikan SMP Muhammadiyah di lokasi yang sama dengan pertimbangan agar para lulusan SD mudah untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMP. Fakta sejarah menyatakan, dengan berdirinya SMP Muhammadiyah(sekarang SMP Muhammadiyah 2) pertama kalinya tersebut, Pemerintah Kota Surabaya menamakan jalan dimana sekolah tersebut berdiri dengan Jalan Genteng Muhammadiyah.

Berdirinya SD dan SMP Muhammadiyah di Jalan Genteng Muhammadiyah mampu memengaruhi kebijakan Pemerintah Kota Surabaya kala itu. Ketika di Surabaya terjadi konflik etnis, Pemerintah Kota Surabaya memberi hibah kepada Pengurus Muhammadiyah Kota Surabaya berupa bangunan gedung yang terletak di jalan Kapasan yang disertai persyaratan hanya boleh digunakan untuk pengembangan Lembaga Pendidikan. Maka, tak berapa lama berdiri lagi SMP Muhammadiyah di jalan Kapasan Surabaya.

Foto: SMP Muhammadiyah 2 Surabaya Sekarang

IMG_20140525_041536

Untuk membedakan status antara satu SMP yang di jalan Genteng dan di jalan Kapasan, dinyatakanlah bila SMP yang di Jl. Kapasan sebagai SMP Muhammadiyah 1 sedang yang di Jl. Genteng Muhammadiayah sebagai SMP Muhammadiyah 2 Surabaya.

Pada masa Dasawarsa 1970-an, SMP Muhammadiyah 2 Surabaya mengalami masa jayanya karena jumlah muridnya mencapai 400 anak. Setelah melintasi perjalanan yang panjang, tahun 1999, kondisi sekolah ini masih belum menjanjikan. Jumlah muridnya sedikit dan minim prestasi. Banyak tokoh Muhammadiyah Surabaya pesimis melihat masa depannya. Namun, Tujuh Tahun kemudian terjadi perubahan siginifikan. Tahun 2006 merupakan titik balik kebangkitan SMP Muhammadiyah 2 Surabaya terlihat nyata di publik. Selain jumlah siswanya telah mencapai lebih dari 200 anak, perbaikan demi perbaikan dilakukan sehingga membuat bangunan gedungnya semakin tertata baik dan rapi serta didukung Sumber Daya Manusia seperti Guru ataupun pengajar lebih terkoordinir dengan baik.

Setelah mengalami masa sulit dan kemudian bangkit kembali, membuat Kepala SMP Muhammadiyah 2 kala itu, semakin giat melakukan pencitraan sekolah. Berbagai cara dilakukan Kepala Sekolah memberanikan diri dengan menjual branding Sekolah sebagai ‘Sekolah Prestasi’. Dengan sinergi Kepala Sekolah beserta para Pendidik dan Tenaga Kependidikan bekerjasama melakukan pemetaan terhadap potensi siswanya baik di bidang akademik maupun non akademik.

Dengan branding Sekolah Prestasi, SMP Muhammadiyah 2 kian memasyarakatan di Surabaya. USaha dan upaya Sekolah ini membuahkan hasil, banyak para Wali Murid yang interest menyekolahkan anaknya di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya. Mayoritas Siswa-siswi yang mendaftar berkat strategi market Sekolah ini dengan branding Sekolah Prestasi.

Perjalanan Tahun ke Tahun, peminat mengalami kenaikan yang fluktuatif. Dengan melakukan promosi maksimal dan menggandengkan berbagai Media Massa yang ada di Surabaya, SMP Muhammadiyah 2 Surabaya telah memetik hasilnya. Pada tahun ajaran 2011/2012, jumlah Murid Baru yang mendaftar hampir mendekati jumlah 200 Orang. Atas kenaikan jumlah tersebut, Kepala Sekolah Ir Sudarusman membuat kebijakan dengan menambah dua ruang kelas dari sebelumnya. (*)

May 20

PENDIDIKAN KECAKAPAN KHUSUS

PENDIDIKAN KECAKAPAN KHUSUS


Pendidikan kecakapan khusus termasuk dalam komponen personal skill dan academic skill yang akan di internalisasikan dalam mata pelajaran yang disajikan pada sekolah Minggu. Komponen-komponen kecakapan khusus yang akan di internalisasikan dalam mata pelajaran tertentu yaitu ISMUBARIS (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris).


Dalam menginternalisasikan komponen-komponen kecakapan hidup tersebut digunakan strategi-strategi sebagai berikut:
1) Melalui reorientasi pembelajaran, setiap guru yang akan menyampaikan mata pelajaran harus merencanakan komponen-komponen yang akan diinternalisasikan dalam proses pembelajaran, sehingga pencapaian kompetensi dalam setiap mata pelajaran hendaknya diikuti dengan “penyemaian” komponen-komponen dari kecakapan hidup.
2) Mengubah stategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dan metoda yang variatif, sehingga memungkinkan:
· Siswa lebih aktif
· Iklim belajar menyenangkan
· Fungsi guru bergeser dari pemberi informasi menuju seorang fasilitator
· Materi yang dipelajari terkait dengan lingkungan kehidupan siswa, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan
· Siswa terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber
· Menggeser “teaching” menjadi “learning”
· Lebih banyak komponen-komponen dalam kecakapan hidup yang bisa di internalisasikan dalam PBM.
Dengan memperhatikan sumber daya yang ada di sekolah dan kebutuhan yang berkembang di masyarakat serta adanya kerjasama yang telah dibangun oleh SMP Muhammadiyah 2 Surabaya dengan Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Cabang Genteng Surabaya, maka program kecakapan khusus yang diajarkan pada hari Minggu pukul 06.30-16.30.
Program ini memiliki muatan khusus berdurasi waktu 240 jam dalam setiap semester, sehingga dalam pelaksanaan akan disajikan selama 10 jam per minggu.
Sistem penilaian dari pendidikan kecakapan khusus ini akan dilaksanakan melalui uji kompetensi dengan menggunakan ujian tes tulis dan praktek.


KURIKULUM YANG DILAKSANAKAN
1. Al-Islam (Al-Qur’an Hadits)
2. Aqidah Akhlak
3. Bahasa Arab
4. Kemuhammadihayan
5. Bahasa Inggris

MODEL PELAKSANAAN
1. Kurikulum Sekolah Minggu memuat 5 mata pelajaran;
2. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana dalam jadwal pelaksanaan. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah jam pembelajaran. Sehubungan dengan ini, misalnya menambah 2 jam pelajaran untuk Muhadhoroh dan Kemuhammadiyahan;
3. Alokasi waktu satu jam pembeljaran 45 menit;
4. Jumlah siswa tiap kelas maximum 20 siswa;
Waktu pelaksanaan:
Hari : Ahad
Jam : 06.00 – 16.00
Dengan jadwal sebagai berikut :
NO
WAKTU
MATERI
KETERANGAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
06.00 – 06.30
06.30 – 07.00
07.00 – 08.30
08.30 – 09.00
09.00 – 10.30
10.30 – 11.30
11.30 – 12.30
12.30 – 14.00
14.00 – 15.00
15.00 – 16.30
16.30
Persiapan
Tadarus
Bahasa Inggris
Coffe break & sholat Dhuha
Bahasa Arab
Kemuhammadiyahan
Sholat Dhuhur & makan siang
Al-Qur’an hadits
Muhadhoroh & Sholat ashar
Akidah Akhlak
Go Home

MODEL PENGAJARAN
Dalam proses belajar mengajar diupayakan untuk melayani sembilan kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak.
No.
Ragam Kecerdasan
Kegiatan Proses
1.
Kecerdasan Parsial-visual (cerdas gambar)
Siswa dilatih menyukai bidang seni rupa, gambar berwarna, merekam peristiwa, menggambarkan ruang dan sudut, membuat karya lukis mading,dll

2.
Kecerdasan Linguistic (cerdas bahasa)
Siswa dilatih untuk menyukai hal-hal yang berhubungan dengan puisi, cerita, mengungkapkan dengan lisan / tulisan, presentasi, pidato, bercerita, dll

3.
Kecerdasan Logik Matematik (cerdas hitung)
Siswa dilatih untuk menyukai hal-hal yang berhubungan dengan angka, hitungan, eksperimen, ilmu pengetahuan baru, menerapkan konsep berhitung dalam kehidupan sehari-hari, mampu menganalisa dan memecahkan masalah yang ber-kaitan dengan matematik

4.
Kecerdasan Interpersonal (cerdas sosial)
Siswa dilatih untuk menyukai hubu-ngan sosial dengan orang lain, ber-kelompok, suka permainan, pandai berkomunikasi, peduli, sharing dan bekerja sama dengan temanya dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas

5.
Kecerdasan Intrapersonal (cerdas diri)
Siswa dilatih untuk mawas diri dalam bersikap, bertutur kata dan berperilaku serta rajin untuk muhasabah (introspeksi) menyadari kelebihan dan kekurangan diri, memutuskan pilihan sendiri, dll

6.
Kecerdasan Natural (cerdas alam)
Siswa dilatih untuk menyukai hal-hal bidang biologi, flora dan fauna, kegiatan alam, memelihara binatang dan tanaman, peduli terhadap ling-kungan alam dan memanfaatkan dengan bijak, dll

7.
Kecerdasan Musik (cerdas nada)
Siswa dilatih untuk menyukai bidang musik, menyanyi, peka terhadap nada, mengetuk jari secara berirama, dll

8.
Kecerdasan Kinestetik (cerdas gerak)
Siswa dilatih untuk menyukai olah raga, gerak tubuh, berfikir sambil bergerak, mudah mengingat dengan gerakan, terampil, dll

9.
Kecerdasan Spiritual (cerdas agama)
Siswa dilatih untuk rajin beribadah dan beramal shalih dengan penuh kesadaran,dan senantiasa meng-kaitkan antara aktivitas kehidupan sehari-hari dengan kesadaran se-bagai makhluk Allah.


MODEL PENILAIAN
1. Gambaran Umum
Penilaian atau asesmen adalah istilah umum yang mencakup semua metode yang digunakan untuk menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. Proses penilaian mencakup pengumpulan bukti untuk menunjukkan pencapaian belajar peserta didik.
Penilaian berhubungan dengan setiap bagian dari proses pendidikan, bukan hanya keberhasilan belajar saja, tetapi mencakup semua proses mengajar dan belajar. Kegiatan penilaian oleh karenanya tidak terbatas pada karakteristik peserta didik saja, tetapi juga mencakup karakteristik metode mengajar, kurikulum, fasilitas dan administrasi sekolah. Instrumen penilaian bisa berupa metode atau prosedur formal atau informal, untuk menghasilkan informasi tentang peserta didik, yaitu: tes tertulis, tes lisan, lembar pengamatan, pedoman wawancara, tugas rumah dan sebagainya. Penilaian juga diartikan sebagai kegiatan kegunaan suatu objek.
Objek evaluasi adalah program yang hasilnya memiliki banyak dimensi, seperti kemampuan, kreativitas, sikap, minat, keterampilan, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam kegiatan evaluasi alat ukur yang digunakan juga bervariasi tergantung pada jenis data yang ingin diperoleh. Sistem penilaian menggunakan ketuntasan belajar, ditetapkan dengan penilaian acuan patokan (criterion referenced) pada setiap kompetensi, yang sekaligus merupakan ciri sistem penialaian berbasis kompetensi. Sistem penilaiannya menggunakan penialaian berkelanjutan dengan ciri-ciri :
1. Penilaian dengan sistem Blok;
2. Tiap Blok terdiri dari satu atau lebih kompetensi;
3. Hasil penilaian dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial, program pengayaan, dan program percepatan;
4. Penilaian mencakup aspek kognitif dan psikomotor;
5. Aspek afektif dinilai melalui pengamatan dan kuesioner.
2. Pelaksanaan Sistem Penilaian
Pelaksanaan sistem penialaian pada Sekolah Minggu di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya adalah sebagai berikut:
a. Dilaksanakan pada setiap akhir semester (6 bulan).
b. Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf A, B, C, K dan KS.
A : Amat Baik : 91-100
B : Baik : 81-90
C : Cukup : 65-80
K : Kurang : 40-64
KS : Kurang Sekali : < 40(menyesuaikan KKM setiap mata pelajaran)
c. Siswa dinyatakan tidak naik tingkat, apabila yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria kenaikan kelas.
d. Siswa yang tidak naik tingkat, diwajibkan mengulang yaitu mengikuti mata pelajaran yang nilainya K dan KS.
e. Laporan Hasil Belajar Siswa disampaikan kepada siswa dan orang tua/wali siswa, setiap tengah semester dan akhir semester.

May 20

Bulan Prestasi SMP Muhammadiyah 2 Surabaya

  1. Shelsa dan Emira Juara Harapan EPP Se – Indonesia
  2. Juara 2 dan 3 Lomba Fotografi SMAMDA Cup
  3. Juara 2 Lomba Futsal SMAMDA Cup
  4. Juara Harapan 2 Presenter SMAMDA Cup
  5. Tim Atletik Juara Harapan 1 Piala DISPORA Jatim